PROJECT ADAB 2026: Kemenag Kota Pasuruan Ajak Pelajar SMPN 7 Jadi Generasi Pintar dan Beradab
Pintar saja belum cukup. Generasi muda juga perlu punya adab, mampu menjaga sikap, dan menghargai sesama. Pesan inilah yang dibawa Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Pasuruan dalam kegiatan Pembinaan Karakter Siswa SMPN 7 Kota Pasuruan, Rabu (4/11).
Mengusung tema “Membangun Karakter Generasi, Tidak Hanya Pintar tetapi yang Benar”, kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti dengan antusias oleh siswa kelas VII dan VIII. Kolaborasi antara Kemenag Kota Pasuruan dan pihak sekolah ini menjadi bagian dari upaya bersama menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak mulia di kalangan remaja.
Dukungan kepala sekolah, jajaran guru, dan seluruh warga sekolah menjadi wujud komitmen SMPN 7 Kota Pasuruan untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.
Hadir sebagai narasumber pertama, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pasuruan, Ustazah Syafi’ah, S.Pd.I, mengajak para siswa memahami makna adab dan pentingnya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penyampaian yang komunikatif, ia menegaskan bahwa ilmu dan adab merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu, pintar tapi bisa membakar. Adab adalah pondasi sebelum ilmu,” tegasnya.
Syafi’ah kemudian menguraikan empat bentuk adab yang perlu ditanamkan sejak dini, yakni adab kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; adab kepada orang tua melalui sikap hormat dan tutur kata yang baik; adab kepada guru sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu; serta adab kepada teman dan sesama dengan menghindari perundungan, menghargai perbedaan, dan menjaga lisan.
Pada sesi berikutnya, Ustaz Akhmad Rifai, S.Pd.I, mengajak para siswa mengenali perilaku remaja yang baik, mulia, dan beradab. Ia mendorong para pelajar untuk menjadi generasi yang mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang baik, serta menjauhi perilaku yang bertentangan dengan nilai agama.
“Remaja yang mulia itu cirinya tiga: malu berbuat maksiat, rajin beribadah meski sendirian, dan lembut lisannya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai di hadapan Allah SWT. Karena itu, para siswa diajak untuk tidak meremehkan kebaikan, menjauhi perbuatan buruk, serta tidak mudah merendahkan orang lain.
Lebih lanjut, Rifai menekankan bahwa remaja beradab juga tercermin dari sikap menjaga aurat, bersikap jujur saat ujian, dan bijak menggunakan media sosial. Dunia digital, menurutnya, seharusnya menjadi ruang untuk menyebarkan kebaikan, bukan untuk menyakiti orang lain melalui ghibah maupun perilaku negatif lainnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Turhan Badri, S.H.I. Dalam doanya, ia memohon agar seluruh siswa SMPN 7 Kota Pasuruan tumbuh menjadi generasi Qur’ani, berakhlakul karimah, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan keluarga.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Pasuruan berharap pembinaan karakter tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam keseharian para siswa, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan.
Sebab, generasi yang hebat bukan hanya mereka yang cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga yang mampu menempatkan adab sebagai bagian dari setiap langkah kehidupannya.