MENAKAR PERNAFASAN & AMALIYAH MANUSIA
Di antara tanda kehidupan seorang manusia adalah adanya pernapasan, termasuk denyut jantung. Selama seseorang masih bernapas, masih terbuka peluang baginya untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk beribadah.
Imam Utsman bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubawi dalam kitab Durroh an-Nashihin, halaman 260, baris 21–24, terbitan Salim Nabhan, Surabaya, tanpa tahun, menyebutkan:
قيل ساعات الليل والنهار أربع وعشرين. فالانسان متنفس فى كل ساعة مائة وثمانين نفسا. وفى الليل والنهار يتنفس أربعة الاف وثلثمائة وعشرين نفسا. ففى كل نفس يسأل بسؤالين وقت الخروج ووقت الدخول. يعني أي عمل عملت فى خروج النفس ودخوله (روضة العابدين)
Dikatakan bahwa dalam sehari semalam terdapat 24 jam. Manusia bernapas sebanyak 180 kali setiap jam. Dengan demikian, dalam sehari semalam manusia bernapas sebanyak 4.320 kali (180 × 24 = 4.320). Setiap kali bernapas, manusia akan ditanya dengan dua pertanyaan, yaitu ketika mengembuskan dan menghirup napas. Amal apakah yang telah dilakukan ketika mengembuskan maupun menghirup napas tersebut? (Raudhatul Abidin).
Sungguh, bernapas merupakan salah satu kenikmatan besar yang luar biasa dari Sang Pencipta, yakni Allah Azza wa Jalla. Setiap hari dan malam kita menghirup udara (oksigen) tanpa harus membayar sepeser pun kepada Allah SWT. Padahal, ketika seseorang sedang sakit dan membutuhkan bantuan oksigen, ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai manusia senantiasa memperbanyak rasa syukur kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil dalam memanfaatkan setiap napas kehidupan. Alangkah indahnya apabila ketika menarik napas kita mengucapkan lafaz Allah (الله), dan ketika mengembuskannya juga mengucapkan lafaz Allah (الله). Setidaknya, kita senantiasa mengingat (berzikir) kepada-Nya, baik saat menarik maupun mengembuskan napas. Terlebih jika hal tersebut dilakukan secara terus-menerus dan istiqamah.
Bayangkan, apabila seseorang sedang mengingat (berzikir kepada) Allah, kemudian Allah memanggilnya dan mencabut nyawanya, insyaallah ia termasuk orang yang memperoleh husnul khatimah.
Untuk itu, marilah kita senantiasa berzikir dan mengingat Allah SWT kapan pun dan di mana pun berada.
Oleh: H. Moch. Dhofir, S.Ag, M.Pd.I